Minggu, 29 Mei 2011

Latar Belakang Perang Teluk 1

Invasi Irak ke Kuwait disebabkan oleh kemerosotan ekonomi Irak setelah Perang Delapan Tahun dengan Iran dalam perang Iran-Irak. Irak sangat membutuhkan petro dolar sebagai pemasukan ekonominya sementara rendahnya harga petro dolar akibat kelebihan produksi minyak oleh Kuwait serta Uni Emirat Arab yang dianggap Saddam Hussein sebagai perang ekonomi serta perselisihan atas Ladang Minyak Rumeyla sekalipun pada pasca-perang melawan Iran, Kuwait membantu Irak dengan mengirimkan suplai minyak secara gratis. Selain itu, Irak mengangkat masalah perselisihan perbatasan akibat warisan Inggris dalam pembagian kekuasaan setelah jatuhnya pemerintahan Usmaniyah Turki.

Akibat invasi ini, Arab Saudi meminta bantuan Amerika Serikat tanggal 7 Agustus 1990. Sebelumnya Dewan Keamanan PBB menjatuhkan embargo ekonomi pada 6 Agustus 1990.

Amerika Serikat mengirimkan bantuan pasukannya ke Arab Saudi yang disusul negara-negara lain baik negara-negara Arab kecuali Syria, Libya dan Yordania serta Palestina. Kemudian datang pula bantuan militer Eropa khususnya Eropa Barat (Inggris, Perancis dan Jerman Barat), serta beberapa negara di kawasan Asia. Pasukan Amerika Serikat dan Eropa di bawah komando gabungan yang dipimpin Jenderal Norman Schwarzkopf serta Jenderal Collin Powell. Pasukan negara-negara Arab dipimpin oleh Letjen. Khalid bin Sultan.

Misi diplomatik antara James Baker dengan menteri luar negeri Irak Tareq Aziz gagal (9 Januari 1991). Irak menolak permintaan PBB agar Irak menarik pasukannya dari Kuwait 15 Januari 1991. Akhirnya Presiden Amerika Serikat George H. Bush diizinkan menyatakan perang oleh Kongres Amerika Serikat tanggal 12 Januari 1991. Operasi Badai Gurun dimulai tanggal 17 Januari 1991 pukul 03:00 waktu Baghdad yang diawali serangan serangan udara atas Baghdad dan beberapa wilayah Irak lainnya serta operasi di daratan yang mengakibatkan perang darat yang dimulai tanggal 30 Januari 1991.

Irak melakukan serangan balasan dengan memprovokasi Israel dengan menghujani Israel terutama Tel Aviv dan Haifa, Arab Saudi di Dhahran dengan serangan rudal Scud B buatan Sovyet rakitan Irak, serta melakukan perang lingkungan dengan membakar sumur sumur minyak di Kuwait dan menumpahkan minyak ke Teluk Persia. Sempat terjadi tawar-menawar perdamaian antara Uni Sovyet dengan Irak yang dilakukan atas diplomasi Yevgeny Primakov dan Presiden Uni Sovyet Mikhail Gorbachev namun ditolak Presiden Bush pada tanggal 19 Februari 1991. Sementara Sovyet akhirnya tidak melakukan tindakan apa pun di Dewan Keamanan PBB semisal mengambil hak veto. Israel diminta Amerika Serikat untuk tidak mengambil serangan balasan atas Irak untuk menghindari berbaliknya kekuatan militer Negara Negara Arab yang dikhawatirkan akan mengubah jalannya peperangan.

Pada tanggal 27 Februari 1991 pasukan Koalisi berhasil membebaskan Kuwait dan Presiden Bush menyatakan perang selesai.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Teluk_I

Minggu, 01 Mei 2011

F22 Raptor " si raja udara "


<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false false IN KO X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

Teknologi terus berkembang. Saat ini kita dibuat terkagum-kagum dengan teknologi pesawat tempur mutakhir yang katanya bisa mengalahkan 10 pesawat tempur Sukhoi dalam satu pertempuran, dan membuat F16 nggak ada harganya.

F-22 Raptor adalah pesawat tempur paling canggih di dunia saat ini. Pesawat ini merupakan pesawat generasi ke-5 dari pesawat tempur militer. F-22 memiliki banyak fitur yang membuat pesawat ini muncul sebagai pesawat militer yang paling maju.

Berikut beberapa fitur yang ditingkatkan dari generasi ke 4 sebelumnya pesawat F-14 Tomcat & Hornets F18:

1. Stealth

Pesawat tempur ini tidak akan terdeteksi oleh radar musuh. Jika pesawat sobat tidak dapat dilihat, maka sobat akan hampir tidak mungkin dapat ditembak, dijatuhkan, dan dikalahkan. Masa depan teknologi ini terutama dihasilkan oleh bentuk struktur rekayasa pesawat dan bahan yang menyerap gelombang radar menggunakan RAM, Bahan penyerap Radar .

2. Mini AWACS, "Pertama-lihat, pertama-tembak, pertama-membunuh"

F-22 pesawat memiliki radar dengan jangkauan lebih jauh dari pesawat lain. Ini berarti bahwa F-22 dapat melihat pesaawat musuh jauh sebelum pesawat musuh dapat melihat pesawat F-22. F22 juga memiliki sistem LPI (Low Probability of Intercept) radar super canggih, yang berarti pesawat yang telah terdeteksi oleh radar F-22 tidak akan mampu mengetahui apakah ia terdeteksi dan radar peringatan tidak akan menyala.

3. Super Manuver.

F-22 memiliki Thrust vector teknologi di bagian ekornya, yang berarti pengeluaran energi mesin bisa diarahkan ke mekanisme fleksibel. Hal ini membuat manuver yang lebih baik.

Spoiler for PIC:


4. Senjata Rahasia

F-22 memiliki senjata tersembunyi di pesawat, dan hanya akan terbuka saat baku tembak. Hal ini membuat F22 semakin sulit terdeteksi, dan lebih aerodinamis yang membuat pesawat ini bisa terbang lebih cepat dan lebih efisien.

Spoiler for PIC:



Berdasarkan penelitian dari Badan Riset dan Evaluasi Pertahanan, F-22 adalah pesawat paling canggih dan paling mematikan di dunia, bahkan 10 kali lebih mematikan daripada pesawat Rusia terbaik saat ini, SU-35 (SU-37 masih merupakan percobaan , kita biasa menyebutnya dengan Sukho

Spoiler for PIC:


Dibandingkan dengan pesawat tempur Eropa, Eurofighter Typhoon, F-22 dua kali lebih berbahaya. Ini berarti bahwa setiap pesawat F-22 sanggup menembak jatuh 2 pesawat Typhoon. Sedangkan generasi sebelumnya pesawat Amerika, F-16, tidak mungkin mengalahkan F-22 dalam kondisi apapun.

Spoiler for PIC:

Sumber : www.kaskus.us

Senin, 11 April 2011

Kulit Durian Bisa Menjadi Energi Alternatif

Durian,buah beraroma kuat ini banyak disukai karena rasanya yang manis,meski tampilan luarnya tidak begitu memesona. Buah tropis ini banyak ditemukan di Indonesia.Namun, selama ini Durian hanya dimanfaatkan isi buahnya saja.

Kulit dan biji buah,mayoritas hanya dijadikan sampah yang menumpuk saja. Namun,di tangan Huwaida Najla A,siswi SMA 2 Kudus, Jawa Tengah,kulit Durian ini bisa disulap menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai tinggi.Lewat sentuhan terampil Huwaida,kulit Durian bisa diubah menjadi energi listrik.Melalui serangkaian penelitian,Huwaida akhirnya mampu memanfaatkan kandungan zat kulit Durian menjadi aliran energi listrik. Huwaida mengaku,kulit Durian mampu menghidupkan kembali baterai kering atau lazim disebut batu baterai yang sudah mati (lost energy).Menurut dia, kulit Durian memiliki kandungan zat kalium dan natrium tinggi yang bisa digunakan untuk mengalirkan ion positif dan negatif.Kandungan dua zat inilah yang kemudian menciptakan aliran listrik.

Huwaida mengungkapkan, hasil temuannya ini berawal dari kejengkelannya melihat tumpukan kulit Durian di sekitar rumah.Selain berbau tajam,tumpukan sampah kulit Durian itu juga tidak enak dipandang mata.Setelah memutar otak,Huwaida kemudian memulai serangkaian penelitian,dan akhirnya menemukan bahwa kulit Durian memiliki kandungan listrik yang cukup besar. “Ternyata, di dalam kulit Durian mengandung unsur kalium dan natrium tinggi yang bisa digunakan untuk mengalirkan ion positif dan negatif.Dengan sejumlah proses,kulit Durian ini mampu menghasilkan tegangan sebesar 1,25 volt.Tegangan ini cukup untuk menghidupkan kembali aliran listrik baterai yang sudah mati,”ungkap Huwaida.

Huwaida pun menje-laskan proses pengolahan kulit Durian menjadi aliran listrik. Langkah pertama,ungkapnya, kulit luar Durian yang penuh duri dipisahkan dari bagian dalam yang berwarna putih.Setelah itu, kulit bagian dalam tersebut dipotong kecil dan ditumbuk halus.Kemudian, didiamkan selama beberapa menit.Sembari menunggu hasil tumbukan agak kering, dipilih baterai kering yang sudah tidak terpakai.“ Buang kulit luar pembungkus baterai. Setelah itu, buka penutup atas baterai,” jelasnya. Setelah itu,ungkap Huwaida, buang isi baterai yang berupa serbuk berwarna hitam (pasta).Serbuk warna hitam ini memiliki kandungan manga,besi,karbon,dan tembaga. Isi inilah,jelas Huwaida, yang nantinya diganti dengan serbuk dari kulit Durian.

“ Baterai hasil olahan ini mampu menghidupkan bola lampu ukuran kecil.Kandungan energi baterai ini mampu bertahan hingga lima hari,”paparnya. Berkat sentuhan tangannya ini,Huwaida pun dilirik oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Huwaida pun akhirnya dikirim Kemenristek untuk mengikuti ajang konferensi teknologi internasional,Apec Future Scientis Conference (AFSC) di Taiwan,10–16 April 2011. Ajang ini rencananya diikuti 13 negara di dunia.Beberapa negara yang ikut serta adalah Amerika Serikat, Korea Selatan,Selandia Baru, Australia,Taiwan,dan negara- negara dalam lingkup ASEAN. Guru pembimbing Huwaida, Yuda Setiabudi,mengatakan, AFSC ini arahnya lebih kepada pemanfaatan limbah dan solusi untuk penyelamatan lingkungan (Sustainable Green Energy and Enviromental Solution).

Lewat konferensi internasional ini,diharapkan muncul temuan-temuan dan inspirasi baru agar manusia tidak selalu menggunakan sumber energi yang tak dapat diperbarui seperti minyak bumi dan yang berasal dari fosil. “Sebenarnya,ada banyak energi terbarukan di sekitar kita.Namun,kita saja yang belum sampai ke sana.Dan kreativitas mengolah kulit Durian menjadi energi adalah bagian dari itu.Makanya perlu kita apresiasi,”tegas Yuda.

Sumber : www.kaskus.us

Senin, 28 Maret 2011

Demokrasi Indonesia VS Demokrasi Barat

Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Begitulah pemahaman yang paling sederhana tentang demokrasi, yang diketahui oleh hampir semua orang.

Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi perwakilan). Istilah ini berasal dari bahasa Yunani δημοκρατία – (dēmokratía) "kekuasaan rakyat" yang dibentuk dari kata δῆμος (dêmos) "rakyat" dan κράτος (Kratos) "kekuasaan", merujuk pada sistem politik yang muncul pada pertengahan abad ke-5 dan ke-4 SM di negara kota Yunani Kuno, khususnya Athena, menyusul revolusi rakyat pada tahun 508 SM.

Di indonesia sendiri Semenjak kemerdekaan 17 agustus 1945, UUD 1945 memberikan penggambaran bahwa Indonesia adalah negara demokrasi.Dalam mekanisme kepemimpinannya Presiden harus bertanggung jawab kepada MPR dimana MPR adalah sebuah badan yang dipilih dari Rakyat. Sehingga secara hirarki seharusnya rakyat adalah pemegang kepemimpinan negara melalui mekanisme perwakilan yang dipilih dalam pemilu. Indonesia sempat mengalami masa demokrasi singkat pada tahun 1956 ketika untuk pertama kalinya diselenggarakan pemilu bebas di indonesia, sampai kemudian Presiden Soekarno menyatakan demokrasi terpimpin sebagai pilihan sistem pemerintahan. Setelah mengalami masa Demokrasi Pancasila, sebuah demokrasi semu yang diciptakan untuk melanggengkan kekuasaan Soeharto, Indonesia kembali masuk kedalam alam demokrasi pada tahun 1998 ketika pemerintahan junta militer Soeharto tumbang. Pemilu demokratis kedua bagi Indonesia terselenggara pada tahun 1999 yang menempatkan PDI-P sebagai pemenang Pemilu.

Sedangkan di barat lebih menganut demokrasi liberal (atau demokrasi konstitusional) adalah sistem politik yang melindungi secara konstitusional hak-hak individu dari kekuasaan pemerintah.[1] Dalam demokrasi liberal, keputusan-keputusan mayoritas (dari proses perwakilan atau langsung) diberlakukan pada sebagian besar bidang-bidang kebijakan pemerintah yang tunduk pada pembatasan-pembatasan agar keputusan pemerintah tidak melanggar kemerdekaan dan hak-hak individu seperti tercantum dalam konstitusi.[2]

Demokrasi liberal pertama kali dikemukakan pada Abad Pencerahan oleh penggagas teori kontrak sosial seperti Thomas Hobbes, John Locke, dan Jean-Jacques Rousseau. Semasa Perang Dingin, istilah demokrasi liberal bertolak belakang dengan komunisme ala Republik Rakyat. Pada zaman sekarang demokrasi konstitusional umumnya dibanding-bandingkan dengan demokrasi langsung atau demokrasi partisipasi.

Jadi dapat dibedakan bahwa demokrasi di Indonesia yang berada ditangan rakyat, berbeda dengan demokrasi luar yang masih berfaham kapitalis.


Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi